Antara e-Filing, e-Form dan Sugapa

Tidak dapat dipungkiri akses internet saat ini semakin mudah dan murah, terlebih bagi Anda yang hidup di kota besar, tetapi akan berbeda ceritanya bagi yang tinggal di daerah yang belum tersentuh atau sedikit sekali mendapatkan akses internet. DJP sudah menyosialisasikan lapor SPT bisa melalui efiling, terlepas lapornya melalui layanan resmi gratisan dari DJP ataupun melalui ASP. Cerita dikit nih, pernah suatu waktu tahun 2015 saya ditugaskan untuk melakukan sosialisasi efiling di sebuah kota kecil yang bernama Sugapa.

Sugapa adalah ibukota dari Kabupaten Intan Jaya, yang terletak tidak jauh dari Kabupaten Mimika, cuma 45 menit saja waktu yang diperlukan untuk kesana, sayangnya mengharuskan saya dan tim untuk naik pesawat baling-baling (twin otter) karena akan sangat lama jika harus dengan perjalanan darat yang konon bisa sehari lebih (nggak tahu ini jalan kaki atau apa) dan kurang aman jika melalui jalur air/sungai karena banyak buaya darat yang masih lestari disitu. Nah terus apa hubungannya dengan e-form?

Sesaat mendarat di Sugapa

Admin yang jaket merah, bos jaket ijo. Semuanya jaket pinjeman 😀

Sebenarnya hubungannya baik-baik saja ups..  kondisi internet disana kurang lancar, baik dari speed akses internet yang relatif lambat juga jam aktif internet yang terbatas karena lokasi kegiatan emang berada di ketinggian +/- 2000 mdpl dan alias dataran tinggi. Sewaktu akan sosialisasi efiling dan praktek pembuatan e-billing, acara mesti dipaskan dengan jam saat internet aktif, biasanya aktif dari jam 10.00 s.d. 14.00 waktu setempat. Selebihnya akses telepon dan internet akan hilang, karena listrik disana terbatas dan sumber daya untuk menyalakan tower sinyal/satelitnya terbatas, waktu itu masih menggunakan solar dengan harga per liter yang wahal alias wah mahal banget. FYI harga bensin botol 1,5 liter waktu itu 25.000 😥

Bagi para WP di daerah yang ada keterbatasan akses internet tentu susah jika harus lapor dengan efiling, karena efiling menuntut akses internet yang harus selalu tersambung. Apalagi WP yang bekerja sebagai PNS wajib melalui djponline. Untungnya DJP menyediakan salah satu cara lain lapor SPT online yaitu dengan e-Form. e-Form memang membutuhkan akses internet terutama saat membuat formulir elektroniknya (*.XFDL) dan saat akan melapor SPT-nya, selebihnya saat mengisi data SPT bisa dalam kondisi offline. Jadi untuk menyiasatinya WP dapat mengunduh dulu installer e-form dan formulirnya saat internet aktif, kemudian diisi sambil ngopi walaupun sambungan internet hilang dan diunggah kembali untuk laporan saat ada akses internet lagi.

Bagi bapak/ibu yang ngeyel tetep pakai e-form dapat membaca panduan singkat resmi pada laman DJP disini atau membaca postingan lawas saya disini. Beberapa poin penting dari e-form adalah:

Untuk saat ini e-FORM hanya dapat digunakan oleh Wajib Pajak (WP) yang menggunakan Formulir berikut

SPT Tahunan OP 1770S SPT Tahunan OP 1770 SPT Tahunan Badan 1771
Digunakan oleh WP yang memiliki penghasilan:

  1. lebih dari 60 juta rupiah per tahun;
  2. dari satu atau lebih pemberi kerja;
  3. dalam negeri lainnya; dan/atau
  4. dikenakan PPh Final dan/atau bersifat Final.
Digunakan oleh WP yang memiliki penghasilan:

  1. dari usaha/pekerjaan bebas;
  2. dari satu atau lebih pemberi kerja;
  3. dikenakan PPh Final dan/atau bersifat Final; dan/atau
  4. dalam negeri lainnya dan luar negeri.
Digunakan oleh WP Badan
mulai Tahun Pajak 2017.

 

Panduan Umum Pengisian e-Form

  • Siapkan dokumen pendukung
  • Layanan e-Form saat ini telah tersedia untuk SPT Tahunan PPh OP (1770) maupun Badan (1771)
  • Untuk membuka formulir, klik dua kali pada file yang sudah diunduh
  • Pada pengisian Daftar Harta/Utang/Tanggungan Keluarga/Bukti Potong:
    1. Tambah data : Klik pada tombol tambah
    2. Hapus data : Klik pada tombol minus
    3. Edit data : Klik pada baris/kolom data yang akan diubah
  • Daftar Harta dan Bukti Potong PPh yang dipotong/dipungut oleh pihak lain wajib diisi
  • Baris/kolom isian data yang berwarna merah wajib diisi
  • Pada saat download, pastikan token telah dikirim ke email yang terdaftar. Jika belum diterima token dapat diminta kembali dengan cara memilih Tahun Pajak, Jenis SPT, Kode Pembetulan dan memilih ”Hanya Kirim Token”
  • Syarat untuk meminta token kembali adalah sudah pernah mengunduh Formulir SPT elektronik dengan tahun dan jenis SPT yang sama, dan token yang diminta sebelumnya belum digunakan.
  • Token tidak memiliki masa kadaluwarsa, sepanjang token belum digunakan untuk jenis formulir SPT yang telah diunduh.
  • Token yang diminta untuk dikirim ulang, memiliki nilai/kode yang sama.
  • Kode pembetulan pada formulir yang telah diunduh dapat diubah sesuai dengan kebutuhan. Token tetap masih dapat digunakan, tidak perlu meminta token kembali
  • Data Prepopulated pada SPT Tahunan PPh OP 1770 dan 1770S hanya muncul jika:
    1. Pelaporan SPT Tahun Pajak sebelumnya menggunakan e-Form atau e-Filing;
    2. Pelaporan SPT Tahun Pajak 2017 dengan kode pembetulan sebelumnya (n-1) menggunakan e-Form atau efiling.
  • Data prepopulated untuk eform 1770 berupa: data wajib pajak, daftar harta, daftar kewajiban/hutang, daftar susunan keluarga, daftar pemotongan/pemungutan pihak lain, dan daftar pemotongan PPh 21 Final.
  • Data prepopulated untuk eform 1771 hanya data wajib pajak (NPWP, Nama WP, Jenis Usaha, dan KLU.
    Anda bisa meng-upload lampiran (pdf), bila ada.
  • SPT yang wajib meng-upload lampiran :
    1. SPT 1770S (LB);
    2. SPT 1770 (N/KB/LB); dan
    3. SPT 1771 (N/KB/LB).
  • Untuk SPT dengan status Kurang Bayar wajib menginput NTPN

Nah bagi yang membutuhkan link/tautan untuk mengunduh form viewer atau manual pengisian dapat mengunduh di laman eform resmi DJP. Selamat meluncur.

Laman Informasi Resmi e-Form

Tutorial e-Form Step by Step

9 replies
  1. luthfi
    luthfi says:

    mas mau tanya, kalo udah di submit itu apakah data yg di isi hilang? soalnya mau print lagi tiba tiba hilang datanya

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Jika formulir yg sudah diisi berhasil disubmit, maka datanya tidak hilang. Untuk arsip SPT bisa lihat di djponline, nanti bisa dilihat tampilannya per bagian formulir SPT

      Balas
  2. Anna
    Anna says:

    Pak,

    Bisa minta diinfokan kalau wajib pajak pribadi dgn npwp sebagai karyawan dan sudah tidak bekerja lg. Spt yg dilaporkan form 1770SS kah dengan penghasilan nihil.

    Thx

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Selamat pagi Bu Anna

      Untuk karyawan yang berhenti bekerja di tengah jalan dan mendapatkan bukti potong ettapi akumulasi penghasilannya <60juta maka bisa lapor dengan SPT 1770SS dan akan nihil.

      Balas
      • Anna
        Anna says:

        Selamat Sore P Dwi,

        Dan bagaimana kalo masih belum bekerja sampai sekarang? Berarti tidak wajib melampirkan bukti potong kan pak untuk laporan SPT 1770SS nya.

        Thx

        Balas
        • Dwi Utomo
          Dwi Utomo says:

          Selamat sore rekan Anna
          Iya tidak wajib/tidak perlu lampiran bukti potong. Kecuali selama nganggur ada penghasilan atas usaha/tidak rutin bisa memakai 1770

          Balas
          • Anna
            Anna says:

            Siang Pak,

            Perlu melampirkan Surat Pernyataan tidak berkerja kah?

            Kalau pakai e filling berarti di scan kah surat pernyataannya?

            Balas
  3. ariestyo
    ariestyo says:

    mas Dwi… keliru tuh poin2 untuk SPT Tahunan OP 1770 yang dalam tabel di atas… hehehe..

    Balas

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *