Mengulik Pajak Online Content Creator (Part 2 of 2)

0
245

Yuk lanjut ke lanjutannya materinya setelah pada bagian pertama banyak diuraikan dasar hukum dan istilah terkait konten online. Kali ini kita ulas jenis penghasilan yang bisa didapat oleh pembuat konten daring, alur kerja sederhana dan beberapa contoh bentuk kerjasama antara konten kreator dengan customer.

Jenis Penghasilan Yang Bisa Didapat

  • Penghasilan dari pekerjaan dalam hubungan kerja dan pekerjaan bebas;
  • Penghasilan dari usaha dan kegiatan;
  • Penghasilan dari modal, yang berupa harta gerak ataupun harta tak gerak, seperti bunga, dividen, royalti, sewa, dan keuntungan penjualan harta atau hak yang tidak dipergunakan untuk usaha; dan
  • Penghasilan lain-lain.

Contoh Penghasilannya

KegiatanAtas NamaPenghasilan
Selegram Pribadi Fee sehubungan kegiatan endorsing produk pihak lain
Youtubers Pribadi Penghasilan dari Google Ads yang dihitung dengan model revenue per click
Web-Designer Pihak lain (status bukan karyawan) Fee mendisain laman
Web-based Application programmerPihak lain (status bukan karyawan) Fee memprogram aplikasi
Web-based Application programmerPihak lain, karyawan Gaji tetap, bonus
Pembuat konten Youtube bagi pihak lainPihak lain, bukan karyawan Fee

Alur Kerja Kreator Konten Online

Ada banyak model bagaimana kreator konten online memperoleh penghasilan, bisa dengan melalui kontrak langsung dengan pemesan atau atas dasar hubungan kerja. Jika atas dasar hubungan kerja maka mudah saja identifikasinya, misal kreator tersebut bekerja pada agensi iklan maka dia bekerja dan digaji dari perusahaannya dan agensi iklan akan memotong PPh 21.

Namun jika kreator konten online bekerja sebagai perorangan dan menerima pesanan atau mengunggah karyayanya sendiri dapat Anda lihat seperti contoh di bawah ini. Namun sebelum masuk di alur kita perlu ingat sejenak apa saja jenis pekerja bebas yang pajaknya mengikuti tarif pajak umum dan tidak berlaku PPh 0,5%

Jenis Pekerja Bebas

  • Tenaga ahli yang melakukan pekerjaan bebas, yang terdiri dari pengacara, akuntan, arsitek, dokter, konsultan, notaris, penilai, dan aktuaris;
  • Pemain musik, pembawa acara, penyanyi, pelawak, bintang film, bintang sinetron, bintang iklan, sutradara, kru film, foto model, peragawan/peragawati, pemain drama, dan penari;
  • Olahragawan;
  • Penasihat, pengajar, pelatih, penceramah, penyuluh, dan moderator;
  • Pengarang, peneliti, dan penerjemah;
  • Agen iklan;
  • Pengawas atau pengelola proyek;
  • Perantara;
  • Petugas penjaja barang dagangan;
  • Agen asuransi; dan
  • Distributor perusahaan pemasaran berjenjang (multilevel marketing) atau penjualan langsung (direct selling) dan kegiatan sejenis lainnya.

A. Kontrak Langsung

Disini pembuat konten diminta pihak lain untuk membuat produk sesuai keinginannya. Misal desainer diminta untuk membuat gambar banner di web dll. Simple, setelah deal terjadi, kreator membuat produk dan pembayaran akan dilakukan setelah produk yang diminta jadi. Bagaimana aspek pajaknya? Jika si kreator adalah pekerja bebas maka dikenakan PPh tarif umum/PPh 25

Kontrak langsung

B. Penghasilan Dari Iklan Di Platform

Cara lain untuk mendapatkan penghasilan adalah dengan mengupload konten di platform seperti Youtube, Blogspot, WordPress. Rupiah bagi konten kreator didapat jika karyanya dinikmati banyak orang sehingga iklan akan muncul di konten yang ramai. Atas setiap tayangan iklan atau klik pada jumlah tertentu dapat dikonversi menjadi dolar/rupiah yang nantinya dapat dicairkan jika sudah mencapai nominal tertentu.

Biasanya platform seperti Google (Youtube, Blogger, Adsense) tidak memotong pajak, sehingga kreator sebagai Wajib Pajak perlu membayar sendiri pajaknya sebesar 0,5% atau PPh 25 jika omsetnya sudah besar

C. Endorsement

Bentuk kerja sama berikutnya yang dapat menghasilkan uang bagi kreator adalah endorsement. Saya cari artinya kurang lebih si kreator yang biasanya sudah terkenal mempromosikan produk tertentu dengan diberi imbalan senilai nominal tertentu sesuai perjanjian. Objek pajaknya tentunya atas nilai kontrak tadi. Karena kreator selaku pribadi mempromosikan produk, maka pajak yang terutang adalah PPh 21.

Endorsement

Contoh Hitungan

Mas Salah adalah seorang mantan pesepakbola yang kini menjadi selebgram ibu kota dengan jutaan follower dan youtuber kondang dengan banyak subcriber. Praktis saban bulan penghasilan dia dari endorse dan google adsense saja. Dengan status yang masih belum berkeluarga dan tanpa tanggungan, Mas Salah mendatangi KPP untuk meminta bantuan dihitungkan pajaknya. Dia membawa catatan penghasilan sebagai berikut:

  • Penghasilan bruto hasil Endorse produk (dibayarkan oleh pemilik produk) sebesar Rp.2.108.000.000,-
  • Penghasilan dari Youtube (dibayarkan oleh Google Adsense)sebesar Rp. 1.000.000.00

Selain itu, dia juga membawa catatan biaya-biaya terkait profesinya juga, antara lain:

  1. Instaads sebesar Rp.60.000.000,-
  2. Biaya transportasi sebesar Rp. 140.000.000,
  3. Biaya manajer pribadi Rp. 500.000.000,
  4. Biaya team make-up Rp. 100.000.000,
  5. Biaya operasional lainnya Rp. 200.000.000,-

AR Mas Salah kemudian memberikan opsi hitungan, bisa saja memilih dihitung dengan norma karena dia termasuk pekerja seni atau dengan pembukuan.

A. Hitungan Norma Penghitungan Penghasilan Neto

Norma pekerja seni di Jakarta adalah 50%, sehingga Penghasilan Neto yang dikenakan pajak adalah

Ph Neto: 50% x (2.108.000.000 + 1.000.000.000) = 1.554.000.000
PTKP (TK/0): 54.000.000
Ph Kena Pajak: 1.500.000.000

PPh yang harus dibayar:
5% x 50.000.000,- = Rp. 2.500.000
15% x 200.000.000,- = Rp. 30.000.000
25% x 250.000.000,- = Rp. 62.500.000
30% x 1.000.000.000,- = Rp. 300.000.000
Jumlah PPh terutang = Rp. 395.000.000

B. Hitungan Dengan Pembukuan

Ternyata pajak yang masih harus dibayar lebih kecil jika dihitung dengan norma. Tentu saja tidak berlaku untuk semua kondisi.

Semoga bermanfaat 🙂

Sumber: RESUME PROFESI - PEMBUAT KONTEN ONLINE (Tim Kontributor TKB-DJP)

Tinggalkan komentar Anda disini..

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.