Bagaimana Menyusun Lampiran Kompensasi Kerugian

Selamat siang pengunjung.

Kali ini saya akan mengulas pertanyaan dari seorang pembaca tentang cara pendistribusian kompensasi kerugian. Kompensasi kerugian adalah hak bagi WP yang menyelenggarakan pembukuan dimana laporan laba ruginya minus atau mengalami rugi. DJP memberikan toleransi waktu pengakuan atas rugi tersebut disebar maksimal 5 tahun saja.  Jadi sangat mungkin jika tahun ini untung tapi karena ada rugi dari tahun lalu yang belum habis jadinya tahun ini nihil pajak badannya. Oya satu lagi, yang bisa memanfaatkan kompensasi kerugian ini adalah WP yang membuat pembukuan, jadi bagi pengguna norma tidak diperkenankan.

Contoh soal daripada bingung, contoh kasus ini saya ambil dari buku mini petunjuk pengisian SPT Tahunan PPh Badan.

[divider] [/divider]

PT. ABC berdiri pada tahun 2002. Pada Tahun Pajak 2010 Wajib Pajak memperoleh laba fiskal sebesar Rp 50.000.000,-. Adapun keuntungan/kerugian fiskal tahun-tahun sebelumnya adalah sebagai berikut :

Tahun laba/Rugi bayar Jumlah
2002 Rugi 20.000.000
2003 Rugi 5.000.000
2004 Rugi 1.000.000
2005 Rugi 100.000.000
2006 Rugi 20.000.000
2007 Laba 30.000.000
2008 Laba 10.000.000
2009 Rugi 5.000.000

Pengisian ke dalam Formulir Khusus 2A yaitu sebagai berikut:

[divider] [/divider]
No Kerugian Dan Penghasilan Neto Fiskal Kompensasi Kerugian Fiskal
Tahun Jumlah 2006 2007 2008 2009 2010 2011
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)
1 2002 -20.000.000 0 20.000.000 0 0 0 0
2 2003 -5.000.000 0 5.000.000 0 0 0 0
3 2004 -1.000.000 0 1.000.000 0 0 0 0
4 2005 -100.000.000 0 4.000.000 10.000.000 0 50.000.000 0
5 2006 -20.000.000 0 0 0 0 0 20.000.000
6 2007 30.000.000 0 0 0 0 0 0
7 2008 10.000.000 0 0 0 0 0 0
8 2009 -5.000.000 0 0 0 0 0 5.000.000
9 2010 50.000.000 0 0 0 0 0 0
Jumlah 0 30.000.000 10.000.000 0 50.000.000 25.000.000

Nah sekarang pembahasannya.

[yes_list]
  • Bagaimana cara menghitung jangka waktu 5 tahun tsb? Misalkan tahun 2002, maka 5 tahunnya adalah 2003,2004,2005,2006,2007. Jadi batas akhir pengkompensasian adalah pada tahun 2007
  • Mengapa kerugian 2002 20jt masuknya pada tahun 2007? karena hingga tahun 2006 kondisinya masih merugi, dan baru ada untung pada tahun 2007 sebesar 30jt
  • Pada tahun pajak 2010 ada untung 50jt? kenapa hanya menutupi rugi dari 2005 saja sebesar 50jt? karena untung perusahaan tsb sudah habis untuk menutup rugi 2005, sedangkan rugi 2006,2007,2009 tidak bisa tercover
[/yes_list]

Sekarang kita lihat pengaruh rugi dari tahun sebelumnya terhadap pengisian induk SPT Tahunan Badan 2010. Pada faktanya tahun 2010 PT ABC mendapat keuntungan 50jt, tapi karena masih menanggung rugi dari 2005, jadinya SPT Tahunan tersebut menjadi nihil. Walaupun begitu laporan laba yang untung tetap dilampirkan.

Namun untuk WP yang menerapkan PP 46 maka ada sebagian rugi yang tidak dapat dikompensasikan khususnya pa tahun pajak yang melakukan perhitungan pajak 1%, hal ini sesuai dengan pasal 8 PP 46:

Rugi Tidak Lebih Bayar

Pasal 8 : Wajib Pajak yang dikenai Pajak Penghasilan bersifat final berdasarkan Peraturan Pemerintah ini dan menyelenggarakan pembukuan dapat melakukan kompensasi kerugian dengan penghasilan yang tidak dikenai Pajak Penghasilan yang bersifat final dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. Kompensasi kerugian dilakukan mulai Tahun berikutnya berturut-turut sampai dengan 5 (lima) Tahun Pajak;
  2. Tahun Pajak dikenakannya Pajak Penghasilan yang bersifat final berdasarkan Peraturan Pemerintah ini tetap diperhitungkan sebagai bagian dari jangka waktu sebagaimana dimaksud pada huruf a;
  3. Kerugian pada suatu Tahun Pajak dikenakannya Pajak Penghasilan yang bersifat final berdasarkan Peraturan Pemerintah ini tidak dapat dikompensasikan pada Tahun Pajak berikutnya.

Dan dijelaskan pada penjelasan PP 46 sebagai berikut

Contoh perlakuan kompensasi kerugian:

Jika Wajib Pajak PT Pantang Menyerah mengalami kerugian pada Tahun Pajak 2010, maka kerugian tersebut dapat dikompensasikan dengan penghasilan pada Tahun Pajak 2011 sampai dengan Tahun Pajak 2015.

Jika Wajib Pajak PT Pantang Menyerah pada Tahun Pajak 2014 dikenai Pajak Penghasilan yang bersifat final berdasarkan ketentuan Peraturan Pemerintah ini maka jangka waktu kompensasi kerugian tetap dihitung sampai dengan Tahun Pajak 2015.

Jika Wajib Pajak PT Pantang Menyerah pada Tahun Pajak 2014 dikenai Pajak Penghasilan yang bersifat final berdasarkan ketentuan Peraturan Pemerintah ini dan mengalami kerugian berdasarkan pembukuan, maka atas kerugian tersebut tidak dapat dikompensasikan dengan Tahun Pajak berikutnya.

Kompensasi Rugi

5 replies
  1. Sudibyo
    Sudibyo says:

    mau nanya ya…
    misalnya di tahun 2013, di SPT wp terjadi rugi Rp. 2.306.000.000,- Tetapi setelah dilakukan pemeriksaan menjadi laba Rp. 250.500.000,-. Kemudian wp mengajukan keberatan dan keberatan tsb belum keluar keputusannya.
    di tahun 2014 wp di SPT laba Rp. 410.000.000,- dan 2015 Laba 1.780.500.000,-
    Pertanyaannya : apakah di tahun 2014 dan 2015 bisa meng kompensasi kerugian tahun 2013 ? (wp masih proses keberatan). Terima kasih…

    Balas
  2. dwitha
    dwitha says:

    kalau misalnya suatu perusahaan atau badan mengalami kerugian, apa perusahaan tsb tetap harus melaporkan sptnya atau tidak?

    Balas

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *